Allah ﷻ Izinkan untuk diri ini ikuti kelas pengajian Habib Ali Zaenal Abidin melalui Mixlr w/pun agak lewat membuka applikasi Mixlr tersebut.
Tentang Da'wah.
Da'wah ibarat menanam pohon.
Kita hanya menanam benih, kemudian menimbus dengan tanah, menyiram dan adakalanya meletakkan baja.
Tumbuh atau tidak, subur atau tidak, itu di dalam KekuasaanNya.
Maka tugas kita hanya mengajak, menyampaikan...
Mereka berubah menjadi baik atau tidak, mereka berhenti dari amalan tidak baik atau sebaliknya, itu semua urusanNya.
Bukan kita!
Hati ini tersentuh.
Terus terkenang akan sebahagian murid-muridku...
Benar sekali. Kita hanya berusaha. Dan tidak boleh putus asa.
Moga Allah ﷻ membimbing mereka dan merubah hati-hati mereka untuk mendekat kepadaNya :')
Habib mengakhiri jilsah tadi (di Masjid Khadijah!) dengan 3 pesanan buat para penda'wah:
1. Perlu lihat luasnya kapasiti da'wah.
Da'wah tidak sempit. Justeru kita tidak boleh putus asa walau byknya maksiat yg berlaku di sekeliling kita. Ingatlah Rasulullah ﷺ seorg diri berda'wah saat di sekelilingnya penuh dgn kemungkaran...
2. Perlu seorg penda'wah menjadikan para salaf sbg rujukan utama.
Jgn putuskan hubungan kerohanian dgn para penda'wah yg terdahulu, khususnya para sahabah radhiyallahu 'anhum. Ini akan membangkitkan semangat saat mengenangkan bagaimana mrk dulu berda'wah dgn gigih walau tak disambut, walau tidak dlm keadaan selesa seperti sekarang ini (ada aircon, dll.)
3. Syukuri nikmat dr Allah ﷻ pabila Allah ﷻ menjadikan kita penda'wah di jalanNya.
Moga Allah ﷻ beri kita himmah dan ketabahan agar tak putus asa dalam mengajak manusia ke JalanNya.
Labels: Habib Ali ZA
